oleh

Efek Buruk Stalking Mantan Pacar Setelah Putus Hubungan

Heydayat.com – Dalam hubungan asmara, putus hubungan terkadang tidak selalu atas dasar keinginan bersama. Banyak diantaranya, putus hubungan asmara berakhir dengan kekecewaan di salah satu pihak, baik bagi si pria ataupun si wanita.

Setelah putus cinta, biasanya “dia” yang diputuskan akan lebih sering melakukan stalking pada akun media sosial mantan pacarnya. Hal ini wajar terjadi, karena tidak mudah untuk melupakan orang yang pernah begitu berharga di hidup kita.

Stalking adalah tindakan memata-matai, mengintai atau menengok aktivitas orang lain melalui media sosial tanpa sepengetahuan orang yang dimaksud.

Bukan sekadar menengok karena rasa ingin tahu, stalking berbeda dengan istilah kepo alias ingin tahu tentang orang lain, yang hanya untuk beberapa hal tertentu saja. Stalking lebih dikhususkan pada aktivitas ‘mencuri’ informasi apapun dari seseorang yang diunggah ke media sosial, dan dilakukan secara rutin atau berulang.

Teruntuk kamu yang masih suka stalking mantan pacar, segera hentikan kebiasaan ini sekarang juga. Alasannya, ada banyak sekali efek buruk yang akan kamu peroleh darinya. Apa saja efek buruk stalking mantan pacar? Berikut diantaranya :

1. Sulit Move On

Wanita menangis
Wanita menangis

 

Bagi sebagian orang, putus cinta dirasa berat dan menyakitkan. Disaat banyak teman menyarankan untuk segera move on, bukannya berusaha untuk menjalani hidup normal, stalking mantan pacar pun jadi kebiasan baru. Alih-alih mengobati rasa sakit hati, stalking mantan pacar justru malah membuat hati tambah menderita.

Saat putus cinta, stalking mantan pacar biasanya dilakukan untuk mengobati rasa rindu kepada mantan dengan sekadar melihat unggahan foto-foto terbarunya.

Selain melihat foto-foto mantan, stalking juga dilakukan untuk tujuan mencari-tahu bagaimana kehidupan mantan setelah putus hubungan.

Mencari-tahu aktivitas mantan di media sosial bukan obat yang baik untuk menghilangkan rasa rindu. Bukannya mendapat kepuasan, justru perasaan menyesal dan berharap untuk kembali menjalin hubungan akhirnya timbul. Tapi apalah guna berharap, jika si dia benar-benar tak ingin lagi bersama?

 

2. Merasa Iri

Wanita dengan handphone
Wanita menatap ponselnya


Saat stalking akun mantan pacar, pasti ada banyak sekali postingan yang membuat perasaan makin gelisah. Misalnya, ada banyak akun lawan jenis yang menggoda dia lewat kolom komentar. Atau malah story Instagram miliknya tampak lebih bahagia dibanding saat masih berpacaran denganmu dulu.

Stalking mantan pacar jadi lebih merugikan jika mendapati kenyataan bahwa akhirnya dia menemukan pasangan baru. Kamu akan berusaha membanding-bandingkan dirimu dengan kekasih barunya.

Hal terburuknya adalah akan muncul perasaan dendam kepada mantan dan berusaha membuktikan bahwa kamu lebih baik dari kekasihnya saat ini.

 

3. Patah Hati Lagi

Boneka kardus patah hati
Boneka kardus Danbo patah hati


Dengan harapan si dia masih sama-sama berharap untuk ‘kembali’, stalking mantan pacar malah membuat hati semakin hancur saat melihat dia begitu asyik dengan kehidupannya yang baru.

Saat kamu masih belum bisa melupakan dia dan memilih untuk stalking akun media sosialnya, dia justru sudah menemukan pendamping hidup yang baru dan segera menikah.

Walaupun dalam beberapa kesempatan kalian masih menjalin hubungan baik, bukan berarti kamu punya kesempatan untuk menjalin tali cinta yang sudah terputus.

Ingat! Menjalin hubungan baik dengan mantan adalah kedewasaan. Kamu harus tahu itu!

 

4. Melupakan Kebahagiaan Sendiri

Wanita putus cinta menatap ponsel
Wanita murung menatap ponsel

Saat banyak waktu dihabiskan untuk melakukan stalking, justru kebahagiaan diri sendiri jadi terabaikan.

Saat ada peluang untuk memperoleh tambatan hati yang lain, kamu justru terjebak angan-angan untuk bisa ‘balikan’. Sadarlah! Ada banyak orang lain yang jauh lebih baik dari dia yang sedang menunggumu!

 

5. Menyia-nyiakan Waktu

Wanita menggunakan ponsel di atas sofa
Wanita menggunakan ponsel

 

Saat melakukan stalking mantan pacar, justru ada lebih banyak waktu terbuang untuk aktivitas yang tidak ada gunanya. Kamu menjadi pribadi yang tidak produktif, tidak seperti biasanya.

Ada banyak hal menarik lainnya yang sebenarnya bisa dilakukan. Hal-hal sederhana namun bermanfaat untuk dilakukan. Seperti misalnya membaca buku, menjahit, merapikan kamar dan sebagainya. Aktivitas ini jauh lebih produktif ketimbang stalking mantan pacar kemudian merenung dan menyesal untuk waktu yang lama.

 

6. Malu Jika Ketahuan

Stalking saat bersama teman
Stalking saat bersama teman

Stalker atau orang yang melakukan stalking biasanya tidak mau jika orang lain mengetahui perbuatannya. Karenanya stalker melakukan stalking dengan cara diam-diam, tanpa sepengetahuan siapapun.

Tapi bagaimana jika suatu saat orang lain tahu perbuatanmu? Terlebih lagi jika si dia, yang selalu kamu kunjungi halaman profilnya, akhirnya tahu kalau kamu mencuri-lihat aktivitasnya di media sosial?

Akan sangat memalukan jika ketahuan. Ini seperti menjatuhkan harga diri dihadapan banyak orang.

 

Saat putus cinta, kadang seseorang menjadi lupa untuk berpikir rasional. Bahkan beberapa diantaranya mungkin lupa jika perbuatannya memata-matai orang lain di media sosial sudah tergolong berlebihan.

Apakah stalking itu wajar? Tentu saja wajar! Tapi jika terus berlarut-larut, tentu saja itu tidak wajar.

Karenanya, kamu harus berhenti stalking mantan pacar secepatnya. Kamu tentu tidak mau terlambat menyadari jika ternyata selama ini penderitaan yang kamu rasakan hanya kamu tanggung sendirian.

Jika dia bisa bahagia, maka kamu juga bisa!

 

Cara Berhenti Stalking Mantan Pacar

Meski tidak mudah, berhenti melakukan stalking akun mantan pacar adalah perkara penting. Selain untuk tujuan kesehatan psikologis, juga agar kamu bisa segera move on. Lalu, bagaimana cara berhenti stalking mantan pacar?

 

1. Ingat Dampak Buruknya

Saat timbul keinginan untuk stalking mantan pacar, coba pikirkan lagi dampak buruk yang akan kamu dapatkan. Ingat lagi! Masihkah kamu mencintai dirimu?

 

2. Bisukan Notifikasi Dari Akun Mantan

Apapun yang berhubungan dengan mantan akan selalu mengingatkanmu dengan masa lalu. Status atau story si dia akan memicu kamu untuk mencari tahu tentangnya lebih jauh.

Bisukan semua notifikasi atau informasi apapun yang berasal darinya. Ini akan lebih aman bagimu jika kamu benar-benar belum bisa menghentikan kebiasaan stalking mantan pacar.

 

3. Tidak Membicarakan Mantan Kepada Teman

Membicarakan topik seputar mantan hanya akan menambah daftar panjang ingatan masa lalu.

Hindari sesering mungkin pembicaran seputar mantan saat berkumpul bersama teman. Jika perlu, ingatkan teman kalau kamu sensitif dengan topik tersebut.

Berkatalah jujur kepada teman kalau kamu sedang berusaha untuk melupakannya. Teman yang baik pasti akan memberi dukungan kepadamu.

 

4. Bersikap Dewasa

Ingatkan dirimu, apakah kamu sudah bersikap dewasa selama ini? Apakah stalking mantan pacar benar-benar kamu butuhkan dan berguna?

Jika kamu bersikap dewasa, bahkan tanpa memblokir akun medsos mantan sekalipun, kamu akan mampu menjalani hidup normal seperti seharusnya.

 

5. Mencari Kesibukan

Sibukkan diri dengan berbagai hal, misalnya hobi atau sekedar bersenang-senang bersama teman. Menyibukkan diri membantu menstimulasi otak untuk berpikir tentang hari ini ketimbang mengingat masa lalu.

 

6. Non-Aktifkan Media Sosial Untuk Sementara Waktu

Media sosial memang sering menjadi pemicu timbulnya rasa penasaran alias kepo kepada orang lain, terutama kepada mantan pacar.

Jika kamu merasa sulit untuk berhenti stalking mantan pacar saat membuka media sosial, maka menon-aktifkan media sosial adalah solusi yang harus kamu pertimbangkan.

Saat memutuskan untuk tidak mengaktifkan media sosial, isilah waktumu dengan hal-hal baru yang lebih produktif. Kamu bisa aktif menggunakan media sosial kembali jika kamu sudah bisa melupakannya. Dan salah satu cara untuk melupakannya adalah mencari penggantinya.

Tentang Penulis : Hidayat

Gambar Gravatar
Menyukai aktivitas luar ruangan & tertarik dengan berbagai jenis informasi, khususnya teknologi & olahraga | Menulis untuk berbagi pengalaman, menyalurkan minat dan dokumentasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed