oleh

Kapan Waktu Terbaik Mulai Memancing?

Heydayat.com – Menentukan waktu terbaik untuk pergi memancing adalah keputusan besar bagi kebanyakan pemancing. Kamu tidak akan mau menunggu lama hingga saatnya tiba ketika ikan-ikan mulai aktif mencari makan. Dan ketika waktu itu akan datang, mungkin kamu sudah pergi meninggalkan spot memancing karena terlalu bosan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi karakter ikan, kenapa ia tidak cukup aktif mencari makan pada waktu-waktu tertentu. Berikut ada 4 periode waktu berdasarkan periode harian dan penjelasan tentang  jenis ikan dan teknik yang tepat untuk digunakan di waktu-waktu tersebut.

 

1. Pagi Hari

Saat pagi hari atau tepat sebelum fajar, suhu air berada pada titik terrendahnya. Waktu ini jadi waktu terbaik saat musim kemarau dimana suhu meningkat drastis di siang hari.

Tingkat pencahayaan yang rendah juga menjadi faktor pendukung disaat kamu berniat memancing spesies ikan dengan kemampuan penglihatan baik dalam kondisi cahaya rendah, seperti ikan lele dan ikan gabus.

Serangga terbang biasanya cukup sering ditemui di dekat perairan di pagi hari. Tidak sedikit dari mereka tercebur ke permukaan air karena saat terbang kepahan sayapnya bersentuhan dengan embun dan membuat bebannya semakin berat.

Kebanyakan ikan predator memanfaatkan waktu ini untuk mencari makan di permukaan. Oleh karenanya teknik memancing permukaan adalah teknik yang sangat disarankan. Selain ikan predator, ikan pelagis atau ikan air permukaan biasa menjadi target memancing di waktu pagi hari. Di perairan tawar, ikan yang bisa ditargetkan untuk memancing teknik permukaan diantaranya ada ikan gurami, nila, juga mujair.

Perlu diketahui, pagi hari menjadi waktu yang kurang tepat jika dilakukan di musim dingin, seperti musim penghujan dengan curah hujan tinggi yang sering terjadi di Indonesia.

 

2. Pagi Hingga Sore

Memancing di waktu antara pagi dan sore hari menjadi sangat sulit dilakukan saat musim kemarau. Sebagian besar ikan hanya akan berada di kedalaman tertentu untuk mencari air dingin.

Kondisi cuaca berangin, mendung atau hujan adalah faktor keberuntungan. Ketiga faktor ini menambah peluangmu mendapatkan ikan sebab mengurangi kehangatan suhu air.

Teknik yang tepat digunakan saat memancing di antara waktu pagi hingga sore hari adalah teknik dasaran. Teknik dasaran adalah teknik memancing dengan memposisikan umpan di bagian dasar mendekati timah pemberat yang berada di posisi paling bawah.

Umumnya segala jenis ikan akan berada di dasar perairan saat terik matahari membias permukaan air. Ada banyak kemungkinan kamu akan menangkap berbagai jenis ikan dengan teknik ini pada saat seperti ini.

Memanfaatkan banyangan pohon juga bisa diterapkan pada waktu ini. Melempar umpan ke arah bayangan pohon atau di bawah semak bisa saja menambah peruntungan.

 

3. Sore

Seperti di waktu pagi hari, sore hari adalah waktu dimana cahaya matahari mulai meredup. Ikan-ikan mulai aktif bergerak kemanapun untuk mencari makan.

Hanya saja, perlu diketahui bahwa kebanyakan ikan air tawar tidak memiliki penglihatan yang baik saat gelap. Alih-alih menggunakan penglihatan, mereka lebih mengandalkan indra penciuman di saat gelap. Itulah mengapa, sambaran ikan saat memancing di sore hari mungkin akan berlangsung singkat.

Sore hari merupakan waktu permulaan untuk spesies ikan predator berkeliaran mencari makan. Mengganti umpan yang tepat adalah solusi terbaik disaat tarikan ikan dirasa mulai berkurang.

 

4. Malam

Di kala cuaca hangat, periode saat matahari terbenam hingga tengah malam seringkali menjadi waktu yang produktif. Ikan nocturnal atau ikan yang aktif mencari makan di malam hari menjadi sangat agresif saat menyambar umpan.

Beberapa jenis ikan nocturnal biasanya memiliki karakter gerak yang lambat serta sangat hati-hati. Cara memancing sabar adalah suatu keharusan saat memancing di waktu malam. Umpan tidak boleh terlalu sering dipindahkan dari tempat ia dilemparkan. Ikan predator malam biasanya malah akan lari jika mendapati percikan air yang terlalu sering.

Jenis ikan yang biasanya aktif mencari makan di malam hari diantaranya ada ikan lele, gabus, patin hingga belut. Untuk meningkatkan peluang hasil tangkapan, menggunakan essence atau aroma umpan tidak ada salahnya dicoba.

 

Itulah waktu-waktu terbaik untuk memulai memancing beserta tips yang bisa dicoba. Pertimbangan yang paling umum dilakukan sebelum pergi memancing dari uraian di atas adalah mengetahui suhu air dan karakter ikan. Tetapi ada pula pertimbangan lain yang juga perlu diperhatikan. Beberapa diantaranya termasuk :

 

Cuaca

Seperti disebutkan sebelumnya, pola cuaca dapat mengubah kemungkinan dimana ikan akan menjadi sangat aktif atau sebaliknya. Hujan ringan, misalnya, bisa mendinginkan air yang berarti positif buat peruntunganmu. Jika benar demikian, ini bisa membuat kamu betah memancing seharian.

Sebaliknya, hujan lebat dapat membuat memancing jadi sulit dilakukan. Suhu air yang terlalu dingin membuat ikan lebih memilih berdiam diri. Permukaan air yang tidak stabil juga mempersulit pemancing untuk mendeteksi kapan ikan menyambar umpan.

 

Perlengkapan keamanan dan kenyamanan

Jika kamu sudah cukup memikirkan tentang bagaimana cara membuat ikan ‘nyaman’ dengan teknik yang kamu terapkan, kini pertimbangkan tentang bagaimana membuat dirimu nyaman selama memancing.

Secara umum, pemancing yang merasa nyaman akan menangkap lebih banyak ikan dan lebih menikmati prosesnya ketimbang pemancing yang sengsara, bukan?

Kamu perlu menggunakan produk pelembab kulit saat memancing di siang hari.

Gunakan lotion pengusir nyamuk saat kamu memancing di malam hari. Membawa senter kepala juga sangat diperlukan.

Menentukan waktu terbaik tentu sangat membantu untuk memperoleh waktu produktif dalam memancing. Tetapi itu tidak berarti kamu harus berpegang pedoman pada saran di atas. Pemancing terkadang mendapat keberuntungan di saat-saat yang salah, meskipun dengan sedikit risiko yang mungkin akan mereka terima. Perlu diingat bahwa memancing tidak selalu tentang hasil, tapi juga tentang proses. Pemancing yang tidak mendapatkan hasil tidak selalu bisa disebut sebagai pemancing gagal. Begitu pula sebaliknya, pemancing dengan tangkapan yang banyak tidak selalu berarti pemancing handal. Ada faktor keberuntungan yang berperan diantaranya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *